Mekanisme Cara Kerja Televisi

televisi jaman dulu

Televisi jaman dulu

Berdasarkan website layarkaca21 ada beberapa alasan orang berhenti menggunakan televisi mekanis diantaranya karena televisi elektronik jauh lebih unggul. Televisi elektronik mengandalkan teknologi yang disebut Cathode Ray Tube (CRT) serta dua anoda atau lebih. Anoda adalah terminal positif dan katoda adalah terminal negatif.

Bagian “Cathode” dari Katoda Ray Tube adalah filamen berpemanas yang tertutup dalam tabung gelas (“T” CRT). Katoda akan melepaskan berkas elektronika ke dalam ruang kosong tabung (yang sebenarnya adalah ruang hampa udara).

Semua elektron yang dilepaskan ini memiliki muatan negatif dan dengan demikian akan tertarik pada anoda bermuatan positif. Anoda ini ditemukan di akhir CRT, yang merupakan layar televisi. Saat elektron dilepaskan di satu ujung, mereka dipajang di layar televisi di ujung sana.

Tentu saja, penembakan elektron terhadap kaca layar tidak membuat gambar. Untuk membuat gambar, bagian dalam layar televisi akan dilapisi dengan fosfor. Elektron akan melukis gambar di layar satu baris pada satu waktu.

Untuk mengendalikan penembakan elektron, CRT menggunakan dua “kumparan kemudi”. Kedua kumparan kemudi menggunakan kekuatan magnet untuk mendorong sinar elektron ke lokasi yang diinginkan di layar. Satu kumparan kemudi mendorong elektron ke atas atau ke bawah, sementara yang lain mendorongnya ke kiri atau ke kanan. Kira-kira begitulah cara kerja televisi elektronik zaman sekarang.

Related posts:

Leave a Reply