Permintaan untuk AC low watt

Menurut perkiraan Pasar Domestik & Peluang tahun 2018, mayoritas permintaan AC low watt dikontribusikan oleh sektor perumahan, namun permintaan dari sektor industri diperkirakan akan tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi karena penerapan Rencana baru pemerintah. Dari tahun 2011 sampai 2025, yang bertujuan untuk mengembangkan koridor ekonomi di enam wilayah di Indonesia.

Diperkirakan pasar pendingin udara di Indonesia akan tumbuh di berbabgai wilayah selama 3 tahun ke depan. Wilayah Jawa di Indonesia memegang pangsa pasar utama di pasar pendingin udara di Indonesia, karena mayoritas penduduk negara tinggal di wilayah ini.

Namun, meningkatnya populasi perkotaan, peningkatan pendapatan per kapita dan industrialisasi yang pesat sepertinya akan mendorong permintaan AC low watt di wilayah Sumatera selama lima tahun ke depan. Pemain kunci yang beroperasi di pasar pendingin udara di Indonesia meliputi Sharp Electronics, Toshiba, Panasonic, LG, Samsung, dan Hitachi, dengan LG memegang posisi kepemimpinan.

Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dan terdiri dari ribuan pulau. Negara ini menghadapi kelembaban ekstrim sepanjang tahun, yang mengharuskan persyaratan pendinginan dan ventilasi. Hal ini berkontribusi secara signifikan terhadap permintaan AC low watt di negara ini.

Selain itu, pasar juga menyaksikan pesatnya peningkatan permintaan AC low watt karena pertumbuhan industri perhotelan dan jasa makanan di Indonesia. Segmen split AC akan terus mendominasi pasar pendingin udara di Indonesia selama periode perkiraan. Hal ini juga diharapkan dengan meningkatnya kesadaran tentang konservasi energi, permintaan untuk AC low watt dengan voltase rendah dan rendah juga akan meningkat dalam tahun-tahun mendatang. Pasar juga menyaksikan peningkatan permintaan pendingin udara berbasis pembersih udara, dan segmen ini diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut sebagai akibat meningkatnya kesadaran akan polusi udara dan dampak buruknya pada kesehatan dan lingkungan.

Permintaan untuk AC low watt

Pasar untuk banyak barang konsumen terus menyusut setelah memuncak pada 2015. Setelah menunjukkan penurunan yang terus-menerus hingga paruh pertama 2016, ukuran pasar diperkirakan akan turun pada paruh kedua 2016, dan akan kembali naik menjelang akhir di tahun ini.

Namun, karena Indonesia memiliki iklim yang panas, permintaan potensial untuk AC low watt selalu ada. Oleh karena itu, permintaan untuk AC low watt, tanpa mengalami pertumbuhan negatif, terus mencatat pertumbuhan positif bahkan setelah 2017, mencapai tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 5 sampai 8% selama periode yang mencakup 2013 sampai 2017.

Total pasar model AC kecil sampai besar pada 2017 mencapai 3 juta unit, naik 6% dari tahun sebelumnya, senilai 1 miliar USD. Meskipun tingkat pertumbuhan ini tidak tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan 20 sampai 30% yang tercatat sebelumnya, tingkat permintaan AC low watt di Indonesia dapat dikatakan relatif tinggi karena tidak pernah mengalami pertumbuhan negatif. Rincian permintaan dalam hal nilai menunjukkan bahwa pangsa AC split tunggal menyumbang 65%, dan rasio air kemasan (PAC) mencapai 15%.

Related posts:

Leave a Reply